Kepala Sekolah SMPN 3 Sukaresmi, Edi Supriatna di Cianjur, Jumat, mengatakan, saat ini proses belajar-mengajar ratusan siswa akan menumpang di sejumlah sekolah terdekat karena beberapa ruang kelas rusak akibat pergerakan tanah tersebut.
Menurut Edi Supriatna, pemindahan sekolah belum dapat dilakukan karena tidak adanya anggaran meskipun pihak sekolah telah mengajukan pemindahan sejak 2014.
Luas ruangan di sekolah itu yang terkena dampak langsung pergerakan adalah tanah sepanjang 12x10 meter, mulai dari ruang administrasi hingga beberapa bagian ruangan kelas siswa.
"Sekolah ini seharusnya sudah direlokasi sejak tahun 2014, tapi sampai saat ini belum ada realisasi," katanya.
Edi mengatakan, pihak sekolah sempat mengajukan relokasi, yaitu bertepatan dengan adanya bencana longsor yang berjarak sekitar 100 meter dari sekolah itu.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Cianjur Rosidin mengatakan, pihaknya telah mendapatkan pengajuan relokasi dari pihak sekolah SMP 3 Sukaresmi, namun terbatasnya anggaran membuat pembebasan lahan yang diperkirakan membutuhkan lahan seluas 6.000 meter belum dapat dilakukan.
"Tinggal ada keputusan pembebasan lahan, kalau urusan fisik atau bangunan kelas bisa diajukan ke pemerintah provinsi dan pusat atau bisa saja dari anggaran daerah," katanya.
Sedangkan untuk menyelamatkan proses pembelajaran, Dinas Pendidikan akan langsung meminta ke pihak sekolah yang ada di dekat SMP 3 Suakresmi agar ruang kelasnya dapat digunakan sebagai tempat belajar hingga adanya relokasi.
"Untuk saat ini solusinya seperti itu, karena perbaikan gedung tidak mungkin lakukan. Kami akan upayakan mendorong bidang pemerintahan segera membebaskan lahan yang bisa menjadi tempat relokasi SMP 3 Sukaresmi," katanya.
Editor: Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon