"Akibat kejadian itu (kebakaran), lahan yang terbakar 2 hektare, korban jiwa tidak ada," kata Kepala BPBD Kabupaten Garut Dadi Djakaria melalui telepon seluler di Garut, Kamis.
Ia menuturkan, kobaran api berada di kawasan jalur pendakian Blok Negla Paku Keresek, Kecamatan Cigedug atau wilayah kewenangan Perhutani Garut.
"Titik api ada di pos 5 jalur pendakian," kata Dadi.
Ia menyampaikan, kebakaran tersebut diketahui Rabu sekitar pukul 12.30 WIB dengan lokasi hutan terbakar cukup jauh dari pemukiman penduduk.
Menurut dia, kebakaran disebabkan musim kemarau yang menyebabkan tanaman kering dan mudah terbakar ketika ada api.
BPBD bersama tim gabungan, kata Dadi, melakukan upaya pemadaman api secara manual dengan membuat skat bakar agar api tidak terus menjalar ke tanaman hutan lainnya.
"Kami melakukan upaya pemadaman secara manual, membuat skat bakar," katanya.
Ia mengimbau, petugas yang berwenang di kawasan hutan Cikurai seperti Perhutani agar memasang rambu larangan khusus pendaki untuk tidak membuat perapian atau api unggun karena dapat memicu terjadinya kebakaran.
"Pihak Perhutani sebaiknya membuat plang imbauan kepada pendaki untuk tidak melakukan pembakaran atau perapian," katanya.
Kebakaran hutan di Cikurai Blok Negla Paku Keresek itu merupakan pertama kali terjadi selama musim kemarau tahun ini.
Sebelumnya kebakaran hutan sudah terjadi beberapa kali di kawasan Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler.
Kasus kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya menyebabkan kerusakan pada lahan hutan.
Editor: Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon