"Saya ingin masyarakat Indonesia ini bisa merangkul temen-temen yang terlanjur menggunakan narkoba. Karena kita tidak tahu dalam perjalanannya, dia ada niat untuk berhenti. Sehingga kalau dirangkul oleh masyarakat itu makin lebih baik," kata M Fauzan, di Bandung, Kamis.
Dalam perjalanannya Fauzan mengaku berjalan dengan lancar, walaupun ada sedikit hambatan saat dirinya terlalu menguras tenaga dengan kayuhannya.
Ia sempat mengayuh satu jam 30 menit tanpa henti, dan ia terhitung telah menempuh 50 jam 29 menit, 1.076 kilometer yang titik akhirnya di BNN Provinsi di Bali.
Gowes Bandung-Bali ini membawa misi tiga hal, pertama mengajak para pecandu untuk keluar dari ketergantungan pada narkoba, memberitahukan pada masyarakat agar jangan sekali-kali mencoba untuk mengonsumsi narkoba, dan juga mengajak masyarakat untuk merangkul orang yang terlanjur menggunakan narkoba.
Dia menilai aksi ini cukup efektif dalam menyampaikan kampanyenya kepada masyarakat luas, terbukti dengan mendapat respon yang cukup baik dan memberi keyakinan pada masyarakat, sudah candu bagaimana pun bila ada keinginan kuat untuk pulih pasti bisa.
"Alhamdulilah respon di sana cukup baik, ternyata pecandu bisa sembuh seperti ini. Ketika ada keinginan untuk pulih bisa," kata dia.
Aksi ini menuai banyak sambutan apresiasi dari masyarakat, sebanyak 20-an komunitas di Bandung turut hadir menyambut kedatangan Ozan di Saung Kawani.
Ayah kandung M Fauzan, Tono Kartono tidak menyangka akan banyak apresiasi seperti yang dirasakannya petang Rabu tadi saat kedatangan Ozan, sapaan untuk M Fauzan.
Ia berterimakasih sekali pada sosok penggerak kegiatan anak muda, Sony Teguh Prasetyo atas kedatangannya bersama puluhan komunitas.
"Mengapresiasi atas sambutan yang diberikan Pak Sony yang sudah mengerahkan armadanya," kata dia.
Tono berharap, aksi Ozan ini bisa membawa manfaat bagi komunitas, masyarakat, dan juga para pecandu yang bertekad melakukan perubahan.
Sementara itu, Sony Teguh Prasetyo yang juga aktif berkegiatan bersama komunitas di Bandung ini menyampaikan apresiasinya kepada Ozan yang sudah menebarkan virus positif kepada dirinya dan masyarakat luas.
"Saya sebagai manusia, sebagai ayah dari dua anak saya saya mengucapkan teruma kasih atas dedikasi Oza," tutur dia.
Menurutnya, sosok Ozan ini telah meringankan beban negeri, bangsa, orang tua, dan juga lingkungan. Dan atas dasar itulah ia tergerak untuk memberi penghormatan padanya.
"Karena ada sosok Fauzan dan ada sosok Fauzan-fauzan yang lain, di Bandung ini, setidaknya mereka meringankan beban negeri, beban bangsa, beban orang tua, beban lingkungan. Itu sedikit banyak mengobati," kata dia.
Editor: Ajat Sudrajat
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon