Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun tiga rumah tidak lagi berdinding di bagian belakang yang berbatasan langsung dengan Tembok Penahan Tanah (TPT) sungai yang terlebih dahulu roboh dikuti tembok rumah yang menempel.
Aan Rohani (60) seorang warga, di Cianjur, Senin, mengatakan, sejak robohnya tembok tersebut, setiap hujan turun deras, dia dan keluarga pindah ke bagian tengah rumah karena takut tanah di belakang rumah dapat kapan saja tergerus air dan longsor.
"Tembok penahan sudah roboh, sehingga kondisi bangunan bagian belakang rumah rawan untuk di huni. Namun kami tidak punya pilihan lain untuk tetap bertahan di rumah ini karena kami tidak punya uang untuk pindah," katanya.
Dia menjelaskan, meskipun berada di pinggir sungai, rumah tersebut memiliki izin penggunaan tanah dari pemerintah sejak awal dibangun, setiap tahunnya dia rutin membayarkan pajaknya.
"Beberapa tahun lalu sempat ada imbauan untuk pindah, tapi hanya wacana tanpa relokasi, untuk pindah butuh biaya. Saya harap ada kebijakan dari pemkab, meskipun harus dipindah secara sukarela," katanya.
Sementara Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, berdasarkan regulasi, sudah seharusnya dalam jarak tertentu dari bibir sungai tidak boleh berdiri bangunan. Kenyataanya masih banyak yang melanggar, sehingga pemkab akan melakukan penertiban.
"Kami akan lihat dulu, solusinya bagaimana. Tapi kalau melihat ketentuan mereka dilarang dan harus pindah dengan sendirinya karena izin pengelolaan tanah bukan untuk bangunan pemukiman, silahkan dicek apakah bangunan di sepadan sungai itu, memiliki IMB atau tidak," katanya.
Seperti diberitakan, tembok penahan tanah (TPT) di Sungai Cianjur, tetapnya di Gang Kirana, Kelurahan Pamoyanan, Cianjur, roboh akibat banjir bandang, sehingga membuat tiga rumah mengalami kerusakan dan tiga lainnya terancam.
Air bah setinggi lima meter yang sempat menerjang TPT, membuat sebagian besar tembok penahan roboh setelah debit air mulai menurun menjelang Minggu tengah malam. Beruntung pemilik rumah yang sudah waspada, sempat mengungsi ke rumah tetangga yang dinilai aman.
Editor: Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon