Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, pemeriksaan bus umum itu sebagai upaya memberikan jaminan kepada masyarakat sehingga merasa aman saat menumpang bus.
"Kami lakukan sesuai arahan dari pimpinan menghadapi libur Natal dan tahun baru," kata Budi di sela-sela pemeriksaan bus.
Ia menuturkan, pemeriksaan bus wajib dilakukan seperti memeriksa kelengkapan surat dan kelayakan kendaraan menjelang akan ramainya aktivitas masyarakat saat libur Natal dan tahun baru.
Pemeriksaan sementara, kata dia, tidak ditemukan adanya pelanggaran secara administrasi seperti SIM, STNK, KIR maupun izin trayek, termasuk kondisi bus.
"Tadi dicek surat-suratnya lengkap, tak ada masalah, SIM, STNK, KIR, dan trayek sudah semua dibawa," katanya.
Ia menambahkan, pemeriksaan diprioritaskan pada fisik bus seperti nomor rangka dan mesin yang disinyalir terjadi perbedaan, bahkan ada yang sudah berusia tua, tetapi tampilan luarnya seperti baru.
Menurut dia, banyak bus yang tampilannya baru tetapi mesin dan kerangkanya sudah tua, bahkan tidak layak beroperasi, akibatnya dapat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.
"Bodinya baru, tapi mesin lama, makanya kami cek nomor mesin dan rangka, soalnya kan orang enggak mau rugi," katanya.
Kepala Terminal Guntur, Sofyan, menambahkan, petugas belum menemukan kendaraan angkutan umum yang tidak layak jalan di Terminal Guntur.
Bahkan, lanjut dia, selama pemeriksaan tidak menemukan bus yang menggunakan ban vulkanisir sehingga semuanya dinyatakan layak beroperasi.
"Kalau ada yang pakai ban vulkanisir, bisa kelihatan, ban vulkanisir itu juga cuma buat ban cadangan saja," katanya.***1***
(U.KR-FPM/B/Y003/Y003) 19-12-2017 17:34:25
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon