
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Munawar (50) seorang warga pada wartawan Minggu, mengatakan, sejak satu pekan terakhir angin bertiup kencang setiap harinya.
"Sudah seminggu ini angin sangat kencang, tapi yang paling parah saat puting beliung melanda menjelang sore. Beberapa atap rumah warga hilang terbawa angin yang datang tiba-tiba," katanya.
Kepala Desa Sukatani Udin Sanusi, mengatakan, data sementara yang sudah diterima pihaknya baru ada enam rumah yang atapnya terbawa angin puting beliung.
Sementara hal yang sama terjadi di Jalan Raya Ciherang, Kecamatan Cugenang, akibat angin kencang mengakibatkan dahan mahoni patah menimpa angkutan umum yang melintas dan memutuskan aliran listrik.
"Dahan mahoni yang patah menimpa angkutan jurusan Cianjur-Cipanas, mobil sedan yang sedang parkir dan menimpa kabel listrik. Tidak ada korban jiwa atau luka, namun kendaraan yang tertimpa rusak berat," kata Serka Wayan, anggota koramil setempat.
Dia mengimbau penguna jalan yang melintas di jalur utama Puncak-Cianjur, tepatnya di Jalan Raya Cugenang, agar waspada karena di sepanjang jalur tersebut terdapat banyak pohon besar yang berusia tua dan rentan tumbang.
"Beberapa watu lalu di jalur ini banyak pohon tumbang dan menyebabkan korban luka. Kami imbau penguna jalan untuk berhati-hati dan waspada saat melintas, terutama ketika hujan turun disertai angin kencang," katanya.
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon