"Jalan utama dari Kecamatan Selajambe menuju Kecamatan Subang tertutup longsoran dan tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Agus Maulidin di Kuningan, Selasa.
Agus mengatakan, Senin (8/1) terjadi hujan lebat mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan 16.30 WIB. Hujan tersebut dengan intensitas tinggi dan mengakibatkan tebing longsor.
Ada dua titik longsor, pertama di Blok Rayudan, panjang longsoran 17,7 meter dan lebar 7,5 meter. Sedangkan tinggi tebing atau lereng yang longsor itu 25 meter.
"Untuk titik kedua terjadi di Blok Cikali dengan panjang longsoran 13 meter lebar 11 meter sedangkan tinggi lerengan 15 meter," tuturnya.
"Selain menutup jalan longsor juga mengancam satu unit rumah," katanya.
Sementara itu Prakirawan Cuaca Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn mengatakan pada pertengahan bulan Januari-Februari 2018 wilayah Cirebon berpotensi diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan masyarakat diharap waspada.
"Menurut data klimatologinya di wilayah Cirebon mulai intensitas hujan tinggi pada pertengahan Januari hingga pertengahan Februari," katanya.
Menurutnya, wilayah Cirebon yang terdiri dari Kabupaten/Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan akan diguyur hujan dengan intensitas di atas 300 mm per bulan. "Curah hujan tinggi itu di atas 300 mm per bulan," tuturnya.
Untuk itu Faa Iziyn mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, seperti pegunungan, daerah cekungan dan bantaran sungai tetap waspada karena dengan intensitas hujan tinggi dikhawatirkan bisa menimbulkan tanah longsor, banjir dan bencana alam lain.
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon